« Kartika | Main | 3 Bidadari »

Setetes Embun Surga

aku yg lemah yg tiada kuasa
aku yg bodoh yg tiada mengetahui
dulu terasa mengalir angin firdaus
merasuk segala fondasi jiwa dan raga

ketika waktu itu datang
diri merasa hampa
satu-persatu pucuk daun berguguran
Inilah suratan takdirku

Berpisah dengan apa yang kurasa hangat
Terlepas dari apa yang kulihat indah
aku berjalan di antara puing reruntuhan
merusakan jaring laba-laba tertenun alami

kini ketika ijin-Mu telah menunjukkan kuasa
maka tumbuhlah pohon ini
hijaukanlah segala yang telah menjadi debu
aku merasa di persimpangan jalan

Antara memilih puing runtuh yang telah dibangun
atau setetes embun surga yang mengalir dari daun
kucoba menggapai tetes embun tersebut
Terasa nikmat ketika de javu

ketika aku terus menggapai tetes itu untuk kuminum
pohon hijau itu tumbuh menjulang ke atas
makin kuraih makin terjungkal dibuatnya aku
kini telah terlambat, pohon itu di langit

satu per satu aku telah dibuaikan fenomena fatamorgana
apakah aku mungkin meraihnya suatu hari nanti
Bila atas ijin-Mu lagi aku takkan bisa meminum semuanya
Kini harus kujalani suratan takdir yang ada

                            

Comments

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .